Minggu, 20 November 2011

NVIDIA Umumkan Prosesor Quad-Core untuk Tablet dan Smartphone, Tegra 3

Akhirnya, NVIDIA Kal-El atau yang akan resmi disebut sebagai Tegra 3 siap digunakan di perangkat tablet dan smartphone Android!


Tablet dan smartphone Android produk Acer, LG, Motorola, dan Samsung, banyak yang memakai NVIDIA Tegra 2. NVIDIA kini umumkan peluncuran Tegra 3 (project Kal-El), prosesor quad-core untuk tablet dan smartphone pertama di dunia. Prosesor unik ini sebenarnya bahkan menggunakan 5 core: 4 core berperforma tinggi dan 1 core hemat daya. Di peluncuran perdananya, NVIDIA baru mengumumkan Tegra 3 versi tablet. Versi smartphone rencananya akan menyusul di tahun 2012.



Sebagai penerus Tegra 2, tentunya Tegra 3 harus memiliki performa yang lebih baik, bukan? Akan tetapi, jika yang dikatakan NVIDIA ini benar, kami harus mengatakan bahwa peningkatan performa ini cukup “keterlaluan”. Berikut adalah janji NVIDIA mengenai performa Tegra 3:
  • 5x lipat lebih kencang dari Tegra2
  • Konsumsi daya lebih rendah
  • GPU (VGA) lebih kencang 3x lipat dari Tegra2
  • Mampu menjalankan Stereo 3D
  • Sepantar dengan CPU kelas PC (Core2 Duo)

NVIDIA bahkan menyiapkan beberapa game untuk menyambut Tegra 3, seperti yang bisa dibaca dalam artikel Game Android Khusus untuk NVIDIA Tegra 3.

Mengapa Quad Core?



Saat ini, sudah banyak jenis prosesor dual core yang digunakan di smartphone dan tablet Android. NVIDIA adalah salah satu produsen yang mengawalinya. Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya aplikasi moderen dan bahkan game 3D berdefinisi tinggi, kemampuan multitasking menjadi sangat penting dan penambahan jumlah core untuk mengatasi masalah ini menjadi semakin relevan. Bayangkan menjalankan Facebook, Twitter, YM, MSN Messenger, dan beberapa aplikasi lainnya di background sementara memainkan game 3D. Ya, pengguna smartphone dan tablet Android memang sudah memperlakukan perangkat mereka sebagaimana layaknya sebuah PC atau notebook.

Masalah Penghematan Daya
Saat prosesor 1 GHz untuk smartphone dan tablet mulai digunakan, terlebih setelah prosesor dual core mulai dipakai, penghematan daya mulai menjadi masalah yang unik. Produsen terpaku kepada dua pilihan:
  1. prosesor yang dirancang untuk menghemat daya,
  2. prosesor yang dirancang untuk performa tinggi.

Prosesor yang dirancang untuk menghemat daya mampu bekerja dengan tegangan rendah (otomatis daya rendah) di kecepatan rendah. Masalahnya, saat prosesor jenis ini ditingkatkan kecepatannya, tegangan prosesor harus dinaikkan cukup tinggi. Memaksa prosesor jenis ini bekerja di kecepatan di atas 1 GHz akan membuatnya sangat boros dan performanya pun tidak terlalu baik.

Prosesor yang dirancang untuk performa tinggi akan memiliki efisiensi baik sekali di kecepatan tinggi. Prosesor ini tidak membutuhkan tegangan listrik tinggi untuk bekerja di kecepatan yang tinggi (di atas 1 GHz). Masalahnya, menurunkan kecepatan prosesor jenis ini tidak membuatnya menjadi lebih irit daya.

Susah untuk menemukan jalan tengah di antara kedua jenis prosesor di atas, setidaknya untuk saat ini. Jadi, produsen terkadang harus memilih untuk mengorbankan salah satu sisi: performa atau pengiritan daya. Pilihan lain adalah mengorbankan sedikit dari kedua sisi. Akan tetapi, itu berarti kita tidak bisa memperoleh perangkat dengan performa tinggi yang hemat daya, bukan?

Solusi NVIDIA: Gunakan Keduanya


NVIDIA mengatasi masalah dengan 4 core dan 1 companion core.

Di dalam Tegra3 terdapat 4 core yang dirancang untuk performa tinggi dan 1 core yang dirancang untuk menghemat daya. Teknologi ini disebut vSMP (Variable Symmetric Multiprocessing). Core ke-5 yang disebut sebagai “companion core” ini adalah core yang bekerja dengan kecepatan rendah. Sementara core 1-4 adalah core dengan kecepatan tinggi. Kelima core yang digunakan ini berbasiskan ARM Cortex A9 yang terkenal berpeforma tinggi.



Uniknya, Tegra3 tidak “memberi tahu” OS mengenai adanya core ke-5. Jadi, OS Android akan melihat prosesor ini sebagai quad-core CPU. Sistem internal Tegra3 sendiri yang akan mengatur peralihan dari penggunaan hanya 1 core berkecepatan tinggi ke companion core, pada saat performa tinggi sudah tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini membuat efektivitas companion core menjadi lebih.



Saat menggunakan 1 core dengan pekerjaan ringan, hanya companion core yang bekerja (s/d 500 MHz), sementara core lainnya dimatikan.

Untuk pekerjaan yang lebih berat, core akan beralih ke performance core pertama. Apabila hanya membutuhkan 1 core, kecepatan bisa mencapai 1,4 GHz tanpa harus menghidupkan ketiga core lainnya. Saat lebih dari 1 core performance bekerja, kecepatan akan dibatasi hingga 1,3 GHz.



Hasil dari kombinasi unik ini adalah performa yang tinggi dengan konsumsi daya rendah, seperti yang terlihat dari hasil pengujian Coremark Performance berbanding konsumsi daya di atas.



Sementara itu, jika dibandingkan dengan NVIDIA Tegra 2, ternyata konsumsi daya Tegra 3 bisa mencapai 60% lebih rendah! Sesuatu yang tidak terbayangkan jika kita melihat bahwa Tegra 3 adalah CPU 4 core dan Tegra 2 adalah CPU 2 core.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...