Rabu, 04 Agustus 2010

Si Tanduk Panjang, Cerita

CERITA DARI TANAH BATAK

Dahulu kala di sebuah desa tinggallah sebuah keluarga miskin.keluarga itu terdiri dari seorang ayah,ibu,dan seorang anak perempuan.Ayah dan ibu tersebut sangat sayang kepada anaknya.Namaun mereka masih merasa kecewa kareba belum di karuniai seorang anak laki laki.
Setiap hari merka berdoa kepada Tuhan agar di karunia anak laki-laki sebagai penyambung keturunannya.Bulan berganti tahun berlalu,tiada jemu mereka berdoa.Akhirnya si ibu hamil.Keluarga itu pun merasa gembira.Terlebih bahwa mereka mengetahui si bayi ternyata laki-laki.Namun kegembiraan mereka mendadak lenyap setelah mengetahui bahwa bayi laki-laki itu memiliki tanduk.Mereka merasa malu dan takut di hina oleh orang-orang desa


Pada malam hari bayi laki-laki itu di masukan di dalam peti,ia di bekali sebutir telur ayam dan secangkir beras,lalu peti itu di hanyutkan disungai.Kakak si bayi mengetahui perbustsn orangtuanya.Ia sangat sedih.Diam-diam ia meninggalkan rumah dan mengikuti adiknya yang hanyut ke sungai.Ia terus melangkah mengikuti adiknya yang hanyut.Beberapa lama kemudian terdengar adiknya menangis karena lapar.Maka si kakak permpuan itu menghiburnya dengan berkata”Adikku saying si tanduk panjang,janganlah engkau menangis.Jika kamu lapar makanlah sebutir beras agar eangkau kenyang!”.Tak lama kemudian tangis adiknya berhenti.
Beberapa hari kemudian si kakak perempuan mendengar ciap anak ayam dari peti yang hanyut di tengah sungai itu.Ia tak dapat mendekati peti itu,tapi ia dapat menduga pastilah.Telur yang di bekalkan kepada adiknya telah menetas.Bila mendengar adiknya menangis ia terus menghiburnya dengan ucapan kasih saying.Berbulan-bulan peti itu hanyut,dengan susah payah dan setia si kakak terus mengikutinya.Pada suatu hari peti itu terbawa arus hingga ke tepian,si kakak dengan wajah gembira berusaha meraihnya.

Peti dapat di raihnya.Ketika peti itu di buka melompatlah seorang anak laki-laki yang gagah dan tampan tidak terlihat tanduk di kepalanya.Dibelakangnya seekor ayam jantan yang setia menemaninya.Betapa gembiranya si kakak permpuan melihat kenyataan itu.Ia bersyukur kepaa Tuhan yang telah menyelamatkan adik yang sangat di kasihinya itu.Selanjutnya kakak beradik itu segera berjalan menuju desa terdekat.Di depan pintu gerbang mereka di tegur oleh penduduk.Kepala desa segera memberitahu bahwa untuk dapat masuk kedesa mereka harus mengadu ayamnya dengan ayam penduduk desa tersebut.Jika mereka menang,mereka akan mendapat harta kekayaan dan jika mereka kalah mereka akan menjadi budak di desa itu.Jika mereka tidak menerima tantangan itu maka mereka di persilahkan pergi meninggalkan desa itu.
Kakak beradik itu menyanggupi tantangan tersebut.Pada hari yang di tentukan ayam mereka di adu dengan di saksikan seluruh masyarakat desa.ternyata ayam si tanduk panjanglah lah yang menang.Maka mereka di persilahkan masuk ke desa ,di jamu dengan makanan yang lezat dan diberi harta kekayaan.Sesudah itu kedua anak itu minta diri meninggalkan desa.
Untuk memasuki desa yang lain ternyata mereka di kenai syarat serupa.Mereka harus menyambung ayam.Untung ayam kakak beradik itu selalu menang sehingga harta kakayaan mereka semakin berlimpah.Kini untuk mengangkut harta bendanya mereka harus membwa pengikut.

Akhirnya tibalah mereka di desa kelahirannya.Para penduduk desa itu menanyakan asal usulnya,mereka menceritakan yang sebenarnya.mendengar cerita itu tahulah penduduk setempat siapa kakak beradikitu.Kabar tersebar ke pelosok desa bahwa si tanduk panjang dan kakaknya telah kembali.Kedua orangtuanya yang miskin merasa gembira,mereka segera menyongsong kedatangan kedua anaknya.Tetapi kakak beradik itu menolak
“Kami tidak memiliki orangtua lagi,karena sewaktu kami membutuhkan kasih saying serta perlindungan orangtua,justru kami di buang!”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...